Rabu, 10 Desember 2014

PANTUN CINTA

Angin gunung jauh kembara
Ke rimbapun pernah singgah
Jika cinta telah membara
Hidup ini terasa indah

Padi menumpuk banyak segantang
Di bawa dengan daun salam
Cinta laksana bintang-bintang
Berkelip indah di tengah malam


Sapi berjalan bunyikan genta
Gemericik suara gentanya
Kalau bukan karena cinta
Apalah arti dari dunia

Wangi-wangi bunga melati
Tumbuh sendiri bunga kamboja
Jika cinta menyentuh hati
Semangat berkobar di dalam jiwa

Anak rusa berjumlah tiga
Si betina yang paling tua
Sebab cinta itu berharga
Segala rintangan kulawan jua

Siapa menunggu akan jemu
Siapa bersedih akan sendu
Sebab cintaku padamu
Kuat kumenahan sgala rindu

Menunggu jemu menunggu tamu
Tamu dekat telah pulang
Sebab cintaku ini padamu
Rela bekerja banting tulang

Masak ikan dengan ketumbar
Sajikan ia dalam rantang
Meski hujan petir menyambar
Demi kamu aku datang

Menulis ilmu pada buku
Penyakit bodohpun bisa sembuh
Meski jalan berlika liku
Semua itu pasti kutempuh

Medan dulu baru Brastagi
Berjalan terus sekuat kaki
Meski lewat gunung yang tinggi
Pasti akan aku daki

Gadis manis memakai topi
Rebutan lelaki sampai kelahi
Walaupun membentang lautan api
Semua itu pasti akan kugagahi

Air mengamuk menjadi arus
Semua dilewat semua tergerus
Badan gemuk jadi kurus
Terbayang dirimu terus menerus

Kunang-kunang berlaksa-laksa
Terbang karena berpindah-pindah
Rindu ini sungguh menyiksa
Namun kurasa amat indah

Pagi hari burung bernyanyi
Hinggap di dahan bergoyang-goyang
Jika sendiri dalam sunyi
Hanya wajahmu yang membayang

Pagi hari terbit sang surya
Cahaya jatuh membuat bayang
Di dalam mimpi aku bahgia
kau panggil aku dengan sayang

Gunung tinggi penuh kabut
Badan menggigil dingin mendera
Suaramu terdengar sungguh lembut
Memanggil namaku penuh mesra

Binatang kecil undur-undur
Tertiup angin masuk ke kolam
Bila terbangun dari tidur
Rinduku ini semakin dalam

Kokok ayam suaranya menggema
Badan terbangun terbuka mata
Akankah kita hidup bersama
menjalin sayang merangkai cinta

Ikan nilam tersisa dua
Sisa anak sehabis makan
Siang malam selalu berdoa
Semoga kita dipersatukan

Anak belajar sungguh-sungguh
Pikiran matang akalnya tumbuh
Akankah cintamu itu tangguh
Sgala rintangan sangup ditempuh

Dahan mangga dipatahkan
Dibakar ia menjadi arang
Sungguh tak dapat kubayangkan
Jika dirimu diambil orang

Ke mana pergi para pertapa
Di gunung tinggi agar terlupa
Hidup ini serasa hampa
Jika sehari tiada berjumpa

Berkumpul sudah para raja
Disuguhkan buah pepaya
Melihat senyummu saja
Semua jiwaku terasa bahagia

Kancil itu pandai berlari
Melompat ia hindari duri
Elok cinta berseri-seri
Hanya untukmu oh bidadari

Putri raja mandi luluran
Tercantik rupanya di kerajaan
Elok cinta bermekaran
Untukmu abang sang pujaan

Jangan kurangi takar sukatan
Jangan agama dipermainkan
Eloknya cinta kita ikatkan
Agar berdua duduk di pelaminan

Memintal benang berhari-hari
Jagalah agar tetap bersih
Cinta itu hanyalah memberi
Kebahagiaan untuk kekasih

Gunung tinggi tak kan pindah
Setelah mendung turun hujan
Cintaku untuk memperindah
Hidup dan jiwamu duhai pujaan

Gelap malam telah menjamah
Berjalan kaki tak tahu arah
Cintaku ibarat rumah
Tempat berteduh dan istirah

Angin bertiup ke Selatan
Sedari pagi sehingga malam
Cintaku ini ibarat lautan
Tempat menampung air yang dalam

Ikatan tali dikencangkan
Agar semua tidak kendur
Senyumanku kan kau temukan
Di setiap pagi bila bangun tidur

Bawa cangkir di tatakan
Jangan sampai terkena siku
Sedapat mungkin aku usahakan
Agar engkau tentram di sisiku

Sarapan pagi dengan tahu
Makan kue hanya satu
Cintaku bagaikan sebuah bahu
Tempat bersandar jiwamu itu

1 komentar:

  1. wah gan bolg nya bagus banget , ane jadi tertarik pengen ke sini lagi, berita-teknologi-kw2.blogspot.com

    BalasHapus